Malanggik

malanggik adalah salah satu seni budaya minang yang sudah diambang kepunahan, hampir sudah tidak pernah lagi terdengar keberadaanya. dengan malanggik seseorang bisa melepasakan cauraian hatinya. apakah itu kegalauan, kegembiraan ataupun hal-hal lain yang tidak bisa Ia sampaikan secara langsung.

malanggik dilakukan oleh seseorang dengan cara menyampaikan perasaan hatinya dari tempat yang tinggi dengan meneriakan sebait pantun dengan irama khas. langgik akan ditujukan kepada seseorang atau sekelompok orang yang bisa mendengar suara tersebut. bisasanya kalau ada yang mendengar dari orang tersebut juga akan dibalas dengan langgik.

Orangnya bukan Jabatanya

Hasil gambar untuk gambar kursiPada sebuah diskusi antara penulis dengan beberapa rekan tentang adanya pemahaman keliru yang sudah diterima turun temurun tentang Jabatan/penempatan anggota pada sebuah organisasi. Adanya jabatan potensial dan tidak potensial, jabatan basah dan jabatan kering atau jabatan/penempatan bagi anggota yang ada masalah atau dalam pembinaan. Dalam bentuk gamblang dapat kita lihat atau mungkin pernah kita rasakan, saat ditempatkan pada salah satu satuan yang menurut pemahaman seluruh personil adalah satuan yang potensial, rekan-rekan kerja akan berkomentar “hebat,,,mantap tu”,, akan tetapi saat ditempatkan pada satuan atau bidang lain yang tidak dianggap potensial, rekan kerja akan berkomentar, “apa masalahnya, sabar sabar sajalah dulu”. Padahal anggota ini dipindahkan/ditempatkan mungkin karena sesuai dengan keahlian atau tuntutan tugas, akan tetapi orang lain/personil lainya atau mungkin masarakat banyak punya pemahaman yang kurang baik tentang itu……ironis memang….