Malanggik

malanggik adalah salah satu seni budaya minang yang sudah diambang kepunahan, hampir sudah tidak pernah lagi terdengar keberadaanya. dengan malanggik seseorang bisa melepasakan cauraian hatinya. apakah itu kegalauan, kegembiraan ataupun hal-hal lain yang tidak bisa Ia sampaikan secara langsung.

malanggik dilakukan oleh seseorang dengan cara menyampaikan perasaan hatinya dari tempat yang tinggi dengan meneriakan sebait pantun dengan irama khas. langgik akan ditujukan kepada seseorang atau sekelompok orang yang bisa mendengar suara tersebut. bisasanya kalau ada yang mendengar dari orang tersebut juga akan dibalas dengan langgik.

Iklan

Orangnya bukan Jabatanya

Hasil gambar untuk gambar kursiPada sebuah diskusi antara penulis dengan beberapa rekan tentang adanya pemahaman keliru yang sudah diterima turun temurun tentang Jabatan/penempatan anggota pada sebuah organisasi. Adanya jabatan potensial dan tidak potensial, jabatan basah dan jabatan kering atau jabatan/penempatan bagi anggota yang ada masalah atau dalam pembinaan. Dalam bentuk gamblang dapat kita lihat atau mungkin pernah kita rasakan, saat ditempatkan pada salah satu satuan yang menurut pemahaman seluruh personil adalah satuan yang potensial, rekan-rekan kerja akan berkomentar “hebat,,,mantap tu”,, akan tetapi saat ditempatkan pada satuan atau bidang lain yang tidak dianggap potensial, rekan kerja akan berkomentar, “apa masalahnya, sabar sabar sajalah dulu”. Padahal anggota ini dipindahkan/ditempatkan mungkin karena sesuai dengan keahlian atau tuntutan tugas, akan tetapi orang lain/personil lainya atau mungkin masarakat banyak punya pemahaman yang kurang baik tentang itu……ironis memang….

400 Anggota Polri dan PNS Polda Sumbar Ikuti Training ESQ

tn
Harus dipahami “Siapa Kita dan untuk siapa kita bekerja” demikian disampaikan Kombes Pol Drs Erry Subagyo SH MH pada sambutanya saat pembukaan Training ESQ yang diikuti lebih kurang 400 orang anggota Polri dan PNS se- Jajaran Polda Sumbar yang dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu tgl 1 s/d 2 Desember 2012. siapa saya (insan Polri) dan untuk siapa saya (insan Polri) bekerja merupakan sebuah pengharapan besar oleh pimpinan Polri Polda Sumbar khususnya dan masyarakat Sumatera Barat umumnya terhadap Polri untuk  kembali lebih dalam mengenal jati dirinya sebagai mahluk tuhan yang bekerja  melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dengan penuh keihlasan. Training ini dilaksanakan selama dua hari yang diikuti oleh Pamen, Pama, Bintara dan PNS se-jajaran Polda Sumbar yang ditunjuk oleh masing-masing Satker, “dengan training ini kita sebagai insan Polri menyadari bahwa kita adalah mahluk tuhan yang  akan kembali kepadanya, untuk itu jadikan semua aktifitas kita dalam mengabdi dikepolisian ini,  sebagai nilai ibadah” ungkap salah seorang peserta Kompol Jamri Kasubag Pulah Jianta Bag Dal Op Roop Polda Sumbar, usai salat Magrib berjamaah di lingkungan Poltekes Siteba Padang tempat Training dilaksanakan.

Disiplin dan etika Berlalu Lintas

lalu lintas  adalah urat nadi dari pertumbuhan ekonomi masyarakat. dengan lancarnya lalu lintas banyak kemudahan yang akan diperoleh, mulai dari jarak yang terasa akan semakin dekat, waktu yang akan semakin pendek, biaya yang akan semakin sedikit. namun disamping begitu banyaknya kemudahan yang dihadirkan oleh lalu lintas, ternyata  juga ada se abrek persoalan yang dimunculkanya, mulai dari tingginya angka pelanggaran dan kecelakaan serta ketidak nyamanan kita dalam berkendara, diduga penyebab semua ini adalah rendahnya disiplin dan etika pengguna jalan raya seperti parkir di lokasi yang dilarang, menerobos lampu merah,  mendahului dari lajur kiri, menyeberang disembarang tempat dan lain sebagainya. disiplin berarti mematuhi semua aturan lalu lintas sedangkan  Beretika berarti,  mengedepankan sopan santun, mendahulukan pejalan kaki atau memberi kesempatan kepada kendaraan lain yang sedang memutar, atau memberikan kesempatan mobil yang sedang dalam tanjakan. dengan berdisiplin dan beretika dalam berlalu lintas niscaya kenyaman dan ketertiban  dijalan raya bisa kita wujudkan…

Ibu Emalia 31 Th Mengadi Dengan Sepenuh Hati

Gambar

Ibu tiga anak kelahiran tahun 1960 merupakan anak ke 3 dari 3 orang bersaudara. Anak bungsu pasangan H samsiah harun dan H samsudin ini merupakan seoarang ibu yang cukup ulet dan telaten. Dari perkawinanya dengan Maizul tahun 1985 telah dikarunia 3 putri, Si sulung Luci Mulia sari, Rota Wahyuni dan sibungsu Tri Zuliani. Ibu Tangguh yang berasal dari Toboh Balabah Padang pariaman ini sehari-hari bekerja di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Sumatera barat, 31 tahun sudah beliau mengabdi sebagai pegawai negeri sipil di jajaran Kupolisian Polda Sumatera Barat. Walau masa pengabdian tinggal 4 tahun lagi, terlihat semangat kerja masih terpancar di wajahnya “nikmati dan sukuri pekerjaan yang sudah dipercayakan kepada kita”, ucapanya disela-sela menyiapkan beberapa surat di Sentra Pelayanan kepolisian polda Sumbar di Jalan Jenderal Sudirman No 55 Padang.

HUT HKGB KE 60 DI SUMBAR MERIAH


Berbagai macam kegiatan dilaksanakan Bhayangkari Sumatera Barat dalam memeriahkan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke 60, diantaranya  lomba pidato,  lomba menulis,  serta kegiatan seminar Parenting dengan tema “bagaimana menjadi orang tua yang baik” dengan nara sumber DR Ii Sri Atusti Dosen ITS Surabaya. Acara puncak dilaksanakan pada hari jumat tgl 10 Oktober 2012  dengan mengelar olah raga bersama dihalaman Polda Sumbar yang diikuti oleh seluruh personil Polda, ibu-ibu bhayangkari utusan dari masing-masing satwil, “dengan kegiatan ini diharapkan hubungan silaturahmi akan lebih terjalin dengan baik antar sesama anggota bhayangkari, serta bhayangkari bisa menjadi ibu dalam keluarga dan mendorong suami dalam bertugas” ucap Ibu titin Reko salah seorang pengurus Bhayangkari daerah sumbar disela-sela acara olahraga bersama tersebut.

Polres Dharmasraya Pada Giat Pasca Gempa

IMG00347

terlihat salah seorang anggota membantu warga mengangkat air

Rasa kebersamaan yang dalam dari segenab element masyarakat sangat terasa  dalam penaggulangan bencana gempa di Sumatera Barat pada tanggal 30 September 2009. Bantuan berdatangan dari segenab pelosok neger, baik orang perorang, organisasi sosial, instansi pemerintah, semua berartisipasi sesuai dengan porsi dan kemampuan mereka masing-masing.

pendistribusiab bantuan dengan heli

Polres Dharmasraya yang berada di batas  prop sumbar Dan Jambi pun ikut berartisipasi membantu saudar-saudaranya yang ada di padang dan pariaman, dengan kekuatan satu pleton  pada hari kamis dini hari langsung berangkat kepadang. Di Padang pleton ini bergabung dengan rekan-rekan relawan, TNI, dan Polri lainya bekerjasama membatu Proses Evakuasi, Pam Pendistribusian BBM, pendistribusian Bantuan air dan makanan. Kapolres Dharmasraya AKBP Bambang Pristiwanto menyatakan, “sekecil apapun batuan Kita, itu merupakan perujudan dari rasa persaudaraan dan hal itu sangat berarti bagi saudara dan rekan kita yang sedang ditimpa musibah”.

pada salah satu lokasi posko di padang